Jakarta, DMC – Pemerintah dirasakan sangat perlu untuk mengambil langkah-langkah
Diplomasi kepada beberapa negara di dunia guna mencegah ancaman militer maupun
non militer yang akan muncul di masyarakat. Untuk itu Kementerian Luar Negeri
(Kemlu) pada dasarnya merupakan ujung tombak diplomasi di dalam lapisan luar
utama, khususnya untuk bidang pertahanan. Terjadinya perang dan tidak terjaga
kepentingan nasional dapat berawal dari beberapa kegagalan termasuk kegagalan
diplomasi dari Pemerintah.
Demikian
diungkapkan Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro saat menjadi pembicara pada
Rapat Kerja Pimpinan Kementerian Luar Negeri dengan Kepala Perwakilan RI di
Luar Negeri, Jumat (5/2) di Kantor Kemlu.
Menhan
berharap disamping Kemlu sebagai penjuru langkah diplomasi dan Kemhan sebagai
pemegang komponen utama untuk fokus terhadap antisipasi beberapa ancaman militer
tersebut, beberapa Kementerian di LPNK yang memiliki kapabilitas di bidangnya
masing-masing juga dapat menyiapkan kemampuan untuk mengatasinya.
Lebih
lanjut Menhan mengatakan didalam mengembangkan kerjasama internasional pemerintah
khususnya Kemhan tengah melakukan prinsip-prinsip terkait upaya-upaya kerja
sama yang berpegang kepada prinsip saling menghormati, saling percaya dan
saling menguntungkan kepentingan nasional.
“
Kerjasama ini yang juga akan mendorong sinergi diantara Kemhan dan Kemlu dalam
mewujudkan apa yang disebut prinsip One
Gate Policy,” Ujar Menhan.
Guna
membekali para Kepala Perwakilan RI di luar negeri ini, Menhan menjelaskan
beberapa prioritas kerja sama internasional dibidang pertahanan yang telah
dilaksanakan oleh Kemhan, diantaranya peningkatan kerjasama dengan negara
tetangga yang berbatasan langsung dengan Indonesia melalui program-program yang
mendorong penyelesaian persoalan perbatasan secara
damai.
Disamping
itu Kemhan mengadakan peningkatan kerjasama dengan negara-negara sahabat yang
memiliki komitmen tinggi terhadap pembangunan kemampuan pertahanan yang
mencakup penanganan terorisme, pengembangan SDM, pelatihan dan pendidikan serta
transfer teknologi alutsisita.
Lanjut
Menhan, kerja sama internasional dengan negara yang memiliki akselerasi
terhadap usaha-usaha dalam mewujudkan ASEAN Security
Comitee, terutama dengan Asean, sehingga dapat mempunyai satu komite yang
solid dan kuat dengan mempromosikan nilai-nilai perdamaian, penghormatan
terhadap HAM dan demokrasi dalam beberbagai forum.
Peningkatan
kerjasama selanjutnya adalah dengan negara-negara yang dapat meningkatkan peran
aktif dalam program Peace Keeping
Operation berdasarkan mandat Dewan Keamanan PBB, serta peran aktif dalam
mewujudkan keamanan regional.
Pada
kesempatan tersebut Menhan menyampaikan beberapa harapannya kepada para pejabat
sebagai Kepala Perwakilan RI di luar negeri ini, diantaranya dapat membantu
mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pertahanan, dapat memberikan kontribusi
terhadap peluang kerjasama di bidang
pertahanan khususnya dalam hal peningkatan pembangunan kapasitas pada persoalan
penanganan terorisme, kegiatan pendidikan program penanggulangan bencana, transfer
teknologi untuk Alutsista serta juga dapat membantu mensosialisasi dan
mempromosikan produk-produk industri pertahanan dalam negeri.
Dalam
Raker Pimpinan Kemlu dengan Kepala Perwakilan di Luar Negeri T.A 2010, yang
bertemakan “Meningkatkan Sinergi Dalam Pelaksanaan Diplomasi Rakyat Indonesia Guna Mendukung Terwujudnya Indonesia yang Sejahtera, Demokratis dan Adil,” Menhan RI dalam pengarahan tersebut didampingi Dirjen Amerika dan Eropa, Kemlu Retno Sari Priayansari, dan dihadiri oleh 182 Kepala Perwakilan RI di luar negeri, serta 180 staf dari Kedutaan RI di luar negeri lainnya.(MAW/HDY)
DMC/JULI